mari bung turun ke jalan…..

2 09 2008

Ramadhan yang penuh rahmat memasuki hari kedua. Masjid, mushola hingga rumah-rumah makan penuh oleh orang-orang dari berbagai suku bangsa. Bila saat sahur dan berbuka rumah makan ramai dikunjungi orang maka pada waktu isya masjid dan mushola dipenuhi oleh para jamaah yang akan menunaikan sholat isya dan tarawih. Pertanyaannya sekarang, sampai kapan masjid-masjid itu akan penuh dengan para jamaah? Ada satu keunikan yang terjadi di bulan Ramadhan dan itu terjadi tiap tahun selama bulan Ramadhan bahwa semangat untuk memakmurkan masjid “hanya” terasa di hari-hari awal Ramadhan saja. Paling tidak hingga dua minggu pertama selebihnya masjid akan sepi dan semakin sepi karena para jamaah memanfaatkan momen Ramadhan untuk mudik.

Puasa di bulan Ramadhan diperintahkan oleh ALLAH SWT dalam Q.S. AL BAQARAH ayat 183 yang artinya ” Hai, orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Takwa. Itulah tujuan kita berpuasa. Agar kita makin bertakwa kepada ALLAH SWT. Tapi apakah takwa hanya bisa diraih hanya dengan sholat dan puasa saja? Tidak. Tidak hanya sholat dan puasa tapi juga bersosialisasi dengan sesama saudara Muslim dan juga kepada saudara-saudara kita yang non-Muslim.

Maksud diperintahkannya kita berpuasa adalah agar kita merasakan penderitaan orang lain. Orang yang selama ini terpinggirkan dan kadang tidak kita sadari kehadiran mereka. Orang yang tidak seberuntung kita. Kadang mereka hanya makan sekali sehari bahkan berhari-hari tidak makan. Mereka menggantungkan hidup mereka pada rizki yang mereka dapat hari itu. Bila hari itu tak ada rizki maka hari itu mereka tidak makan. Mereka akan berusaha lagi mencari rizki untuk mereka hidup esok hari. Mereka tidak pernah memikirkan untuk menabung karena uang yang mereka dapat habis untuk kehidupan mereka hari itu. Apa yang mereka dapat hari ini itulah yang mereka gunakan untuk makan dan kebutuhan lainnya. Bersyukurlah, kawan. bersyukurlah karena ALLAH SWT memberi kita rizki yang melimpah. Bersyukurlah karena kita masih bisa makan enak hari ini dan nanti. Bersyukurlah karena kita bisa merasakan nikmat-nikmat dari ALLAH yang tak terhingga jumlahnya. Tapi ingatlah, kawan. Ingatlah karena pada harta kita ada harta dan hak-hak mereka yang wajib kita kembalikan kepada mereka.

Puncak amalan di bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Zakat fitrah adalah salah satu cara mensucikan harta kita. Pada saat inilah hak-hak saudara kita yang tidak mampu kita kembalikan kepada mereka. Setelah berzakat harta kita akan suci dan kita pun akan tenang menjalani kehidupan kita. Selain zakat fitrah ada zakat mal dan shodaqoh. Kita bisa melakukan kedua amalan ini tidak hanya saat bulan Ramadhan saja tapi juga hari lain selain bulan Ramadhan.

Akhirnya saya mengajak kepada anda semua. Baik saudaraku sesama Muslim dan non-Muslim. Saya mengajak kepada anda untuk sama-sama memperhatikan mereka. Untuk tidak lagi mengacuhkan mereka. Kita wajib membantu mereka karena kita dan mereka sama. Sama-sama manusia. Mari kita turun ke jalan membantu kehidupan mereka. Wujud bantuannya bisa apa saja. Memberi mereka makan sahur dan berbuka puasa, menyalurkan zakat untuk mereka dan lain-lain. Lupakan sejenak kesibukan dan kepenatan di kantor dan turunlah ke jalan. Bantulah mereka. Semoga ALLAH SWT membalas budi baik anda semua. Amien.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: