kembalilah, kawan….

10 06 2008

Kemarin SKB 3 menteri soal Ahmadiyah dikeluarkan oleh pemerintah. SKB itu berisi 7 poin yang intinya adalah Ahmadiyah diperintahkan untuk membekukan kegiatannya dengan segera dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. Jadi Ahmadiyah tidak dibubarkan seperti yang dituntut ormas-ormas Islam.

Keluarnya SKB itu membuat sang komandan Laskar Islam, Munarman, keluar sarang dan menyerahkan diri. Sementara Gus Dur yang sejak awal membela Ahmadiyah menilai SKB itu cacat hukum dan tidak sesuai UUDNRI 1945. Saya pun hingga saat ini belum tahu apa pendapat masyarakat tentang SKB itu.

Saya jadi teringat peristiwa di Monas beberapa waktu lalu. Ketika itu Aliansi Kebangsaan yang sedang mengadakan aksi damai diserang dan dianiaya oleh massa FPI. Hal itu menimbulkan gejolak di Tanah Air. Masyarakat berbondong-bondong menuntut pembubaran FPI. Keadaan menjadi tegang ketika ribuan polisi mengepung markas FPI di Petamburan, Jakarta. Puluhan anggota FPI ditangkap. Untunglah saat itu situasi aman terkendali dan masing-masing pihak menahan diri.

Saya dalam hal ini dalam posisi netral. Saya memang tidak setuju Ahmadiyah dibubarkan karena itu bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Amar ma’ruf nahi mungkar dan pembinaan berkelanjutanlah yang menurut saya cocok untuk menyelesaikan masalah ini. Saya juga tidak setuju dengan aksi yang dilakukan FPI. Islam mengajarkan kedamaian dan persaudaraan, bung…bukan kekerasan. Walau begitu saya setuju dengan tujuan FPI mengawal syariat Islam. Saya juga setuju dengan pernyataan bahwa ajaran Ahmadiyah menyimpang dari ajaran Islam. Saya tidak memakai kata “sesat” karena menurut saya bila kata itu dipakai implikasinya bisa meluas. Saya juga tidak setuju dengan pernyataan seorang ulama yang juga mantan presiden, Gus Dur, yang menyatakan bahwa SKB itu inkonstitusional. Saya hanya berharap Gus Dur memahami seluk beluk ketatanegaraan Indonesia. Saya tidak akan menjelaskan apa dan bagaimana struktur ketatanegaraan Indonesia di sini. Oleh karena alasan-alasan di atas saya memilih sikap netral.

Saya mengajak kepada saudara-saudarku sesama Muslim untuk kembali kepada ajaran Islam yang benar. Kembalilah kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi….. Bukankah Rasulullah telah mewariskan kedua hal itu untuk kita jadikan pedoman hidup dan kita tidak akan tersesat bila berpegang teguh pada kedua hal itu? Saudaraku sesama muslim, ingatlah Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan…. Islam mengajarkan kedamaian, toleransi, persahabatan dan hal-hal kebaikan yang tentunya saya yakin juga diajarkan oleh agama lain di dunia ini. Saya meminta saudara-saudaraku sesama Muslim untuk mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. Semoga tulisan saya ini dapat mengajak kita semua kembali kepada jalan yang benar…

Iklan

Aksi

Information

One response

14 06 2008
Bloggers’ reaction to SKB Ahmadiyah « Shariah @ National Law

[…] kembalilah, kawan…. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: