BBM….si buah simalakama….

7 05 2008

Salah satu “mesin” ekonomi Indonesia sedang digoyang. Harga bahan bakar minyak akan kembali naik. Kenaikan itu dipicu oleh naiknya harga minyak dunia yang menembus harga 120 Dollar AS per barel.

Pemerintah tampaknya yak punya pilihan lain dan menyerah pada situasi ekonomi dunia yang sedang terpuruk. Kenaikan kali ini adalah kenaikan yang ketiga kalinya. Pemerintah mengakui kebijakan ini adalah kebijakan yang paling dibenci rakyat. Suatu kalimat yang menggambarkan ketidakberdayaan pemerintah. Nasi sudah menjadi bubur. Rasio kenaikan sedang dihitung. Kenaikan diusahakan tidak lebih dari 30%. Kenaikan kali ini juga diikuti program kejar paket C BLT yang sudah terbukti tidak efektif. Program BLT untuk rakyat miskin terbukti tidak mampu mengurangi penderitaan mereka. Malah makin menambah penderitaan karen sebagian besar uang yang mereka terima digunakan untuk membeli jajan……..bahan bakar minyak. Belum lagi penderitaan mereka mengantri selama berjam-jam hanya untuk memperoleh uang sebesar Rp 200rb. Bahkan dalam beberapa kasus mereka yang notabene mampu secara ekonomi malah mendapat jatah BLT. Suatu tanda tidak tepatnya sasaran pembagian BLT.

Dengan naiknya harga BBM, DIPASTIKAN akan diikuti kenaikan harga barang. Ditambah lagi dengan gejala khas pra-kenaikan harga BBM yaitu kelangkaan BBM. Dan hal itu sudah terjadi di daerah-daerah. Program konversi BBM ke gas pun dikebut dan menimbulkan masalah baru. Saking semangatnya menggeber program konversi minyak ke gas, LPG malah menghilang dari pasaran tanpa sebab yang diketahui oleh pemeintah.

Laju inflasi bulan juga akan meroket bahkan mungkin akan melebihi dua digit, suatu hal yang palin ditakuti oleh tim ekonomi pemerintah. Inflasi yang meroket tadi disebabkan oleh naiknya harga barang terutama barang kebutuhan pokok sebagai ekses dari kenaikan harga BBM. Tarif transportasi pun akan naik pula. Singkatnya, dengan naiknya harga BBM semua harga dan tarif akan naik yang pasti akan memberatkan masyarakat kecil.

Sebenarnya pemerintah dihadapkan pada 2 pilihan sulit. Pemerintah harus memilih tidak menaikkan harga BBM namun APBN rontok atau menyelamatkan APBN dengan menaikkan harga BBM agar subsidi BBM bisa ditekan dan APBN selamat. Tentunya pilihan sulit itu dihadapkan lagi pada satu masalah lain yang tak kalah beratnya, kepentingan rakyat. Rakyat tentunya berharap yang terbaik dari apa yang dilakukan pemerintah. Namun mereka berharap kalau bisa BBM tidak perlu dinaikkan karena akan membuat rakyat makin susah. Aspirasi rakyat itu sepertinya diabaikan oleh pemerintah dan tim ekonominya. Bagi mereka, yang penting APBN selamat dan kalau APBN selamat industri dan roda ekonomi akan kembali berputar dan hasilnya akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Masalahnya, rakyat yang mana? Survey dari berbagai LSM menunjukkan bahwa uang hasil “penyelamatan” APBN lebih banyak lari ke kantong-kantong pejabat. Masih untung kalau pejabat tadi menggunakan uang itu untuk merenovasi sekolah atau menyantuni kaum miskin. Bisa dijamin ia akan terpilih jadi presiden 2009.

Ada satu wacana menarik yang dilontarkan pemerintah yaitu keluar dari keanggotaan OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries). Pemerintah beranggapan OPEC telah membelenggu kebebasan produksi minyak nasional dan dunia. Beberapa kebijakan OPEC malah menimbulkan gejolak harga minyak. Oleh karena itu pemerintah merencanakan untuk keluar dari keanggotaan OPEC. Skenarionya pun sedang digodok pemerintah, apakah akan keluar total dari OPEC untuk selamanya atau hanya sementara waktu. Patut kita tunggu apa kebijakan pemerintah selanjutnya, yang jelas kita semua berharap kebijakan itu adalah kebijakan yang pro rakyat agar rakyat tak lagi menderita. BBM….bagai buah simalakama…tak dinaikkan harganya, APBN mati….dinaikkan harganya, rakyat mati…..

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: