kami bukan teroris….!!!!

30 04 2008

diknasGuru adalah orang yang membuat kita pintar. Gurulah yang mengajarkan kita apa arti hidup, dan membekali kita dengan sego kucing petuah-petuah mulia untuk mengarungi kerasnya kehidupan. Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata ketika beliau ditanya oleh seorang sahabatnya tentang siapakah orang yang ia sebut guru itu? Ali menjawab,” orang yang saya sebut guru adalah orang yang mengajarkan satu huruf kepada saya.” Begitu mulianya guru. Mereka hanya ingin anak didiknya sukses tanpa pernah mengharapkan imbalan dan balas jasa dari mereka. Tak jarang mereka rela berbuat apapun agar muridnya sukses. Kasus di Sumatera Utara baru-baru ini agaknya cukup mewakili hal itu.
Terdorong rasa ingin membantu muridnya meraih kesuksesan, para guru ini dengan sadar melakukan suatu tindakan yang tidak terpuji. Mereka mengganti jawaban UN para siswa dengan jawaban yang sesuai dengan kunci jawaban. Tindakan mereka terhenti ketika satu regu Densus 88 Antiteror Polri menggrebek ruangan tempat mereka melakukan tindakan tersebut. Kontan saja hal itu berakibat buruk. Mereka ditahan dan para siswa terancam diharuskan melakukan ujian ulang. Sungguh ironis.

Wapres JK marah besar dan meminta agar mereka dihukum berat. Namun kemarahan JK dilawan oleh LSM Education Forum yang siap membela dan mendampingi para guru tersebut. Menurut mereka apa yang dilakukan oleh guru-guru itu sebagai ekses dari penerapan kebijakan penyelenggaraan UN yang begitu menyiksa batin dan membuat guru merasa bertanggung jawab kepada atasan dan wali murid atas kelulusan muridnya. LSM itu juga menyesalkan penyerbuan oleh Densus 88 Antiteror yang sangat meresahkan. “Guru bukan teroris”, kata Parlindungan Purba, anggota DPD Sumut.

Education Forum mengakui bahwa tindakan para guru tesebut salah. Namun mereka siap mendampingi dan membela para guru tersebut. Mereka akan menuntut hukuman yang seringan-ringannya bahkan kalau perlu hanya hukuman disiplin.

“UN hanya menyebabkan pengaruh buruk untuk pendidikan, tak ada lagi aspek pembelajaran di sekolah,” kata Direktur Institute for Education Reform, Utomo Dananjaya. Bahkan menurut wakil koordinator Education Forum, Erlin Driyana, sudah saatnya UN dihapus karena belum jelas efektivitasnya. Kalau sudah muncul seruan penghapusan kebijakan UN harusnya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Lagi pula UN bertentangan dengan UU Sisdiknas dan UUD 1945. Kalau UN terus ada, dikhawatirkan kualitas pendidikan kita bukannya makin baik malah makin parah keburukannya.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: